Infeksi saluran kemih sangat sering ditemukan, ISK lebih sering
menyerang wanita muda yang aktif secara seksual, dengan insidensinya
mencapai 0,5/wanita tiap tahunnya. Kebanyakan infeksi timbul akibat
bermigrasinya flora usus melalui uretra menuju ke kandung kemih.
Frekuensi ISK pada wanita lebih tinggi karena ukuran uretra wanita yang
lebih pendek dibandingkan pada pria. ISK biasanya terjadi setelah
melakukan hubungan seksual. Faktor resiko yang meningkatkan terjadinya
ISK adalah :
1. Kehamilan
2. Pengosongan kandung kemih yang tidak tuntas
3. Batu pada saluran kemih
4. Diabetes mellitus
5. Abnormalitas structural saluran kemih
6. Pemasangan instrument dalam saluran kemih
Infeksi Saluran Kemih Bawah
Wanita : 1.Sistitis adanya bakteriuria yang bermakna
2. Sindrome uretra akut : tanpa ditemukan mikroorganisme steril
Pria : dapat berupa sistitis, prostatitis, dan uretritis
Infeksi Saluran Kemih Atas
Pielonefritis akut : inflamasi parenkim ginjal oleh karena bakteri
Pielonefritis kronik : akibat lanjut infeksi bakteri yang berkepanjangan
Epidemiologi
Faktor – factor yang mempengaruhi :
1. Usia
2. Gender
3. Prevalensi bakteriuria
4. Faktor – factor predisposisi yang menyebabkan perubahan struktur saluran kemih
Prevalensi asimptomatik meningkat mencapai 30%, baik pada laki – laki maupun pada perempuan yang disertai dengan factor predisposisi.
Faktor Predisposisi Pencetus Isk
1. Lithiasis
2. Obstruksi saluran kemih
3. Penyakit ginjal polikistik
4. Nekrosis papiler
5. DM pasca transplantasi ginjal
6. Nefropati anelgtik
7. Katerisasi
8. Senggama
Tanda Penting
Nyeri ketok pada pinggang merupakan tanda dari pielonefritis
Patogenesis ISK
A. Patogenesis urinaria
1. Patogenesis E. Coli terkait dengan permukaan sel polisakarida dari lipopolisakarida
2. Peranan bakteri attachment of mucosa
Fimbriae merupakan salah satu pelengkap patogenisitas yang mempunyai kemampuan untuk melekat pada saluran kemih
3. Peranan factor virulensi lainnya
Faktor virulensi variasi fase
B. Peranan factor tuan rumah
1. Bendungan aliran urin
2. Refluk vesiko ureter
3. Urin sisa dalam buli – buli
4. Gangguan metabolic
5. Instrumen
6. Kehamilan
Patofisiologi ISK
Individu normal, baik laki laki dan wanita urin selalu steril karena dipertahankan oleh jumlah dan frekuensi kencing. Uretra distal merupakan tempat kolonisasi mikroorganisme non pathogenic gram + dan gram –
ISK disebabkan invasi mikroorganisme ascending dari ureter ke VU sampai ke ginjal yang dipermudah oleh refluk ureter.
Manifestasi Klinik Berdasarkan Lokasi Infeksi
1. Ginjal : demam, keram, nyeri punggung , muntah, skoliosis, penurunan berat badan
2. Buli buli : nyeri suprapubik, disuria, hematuria, stranguria
Komplikasi ISK
1. ISK sederhana : tidak menyebabkan akibat lanjut jangka panjang
2. ISK tipe berkomplikasi : ISK pada kehamilan , dan ISK pada DM
Pemeriksaan Penunjang
1. USG
2. Radiografi
3. Isotop scanning
4. Pemeriksaan laborat
Prognosis
1. Bila segera diobati umumnya baik
2. Dapat terjadi gagal ginjal
3. Pada sistitis hampir selalu reinfeksi
4. Pada saluran kemih atas lebih banyak terjadi relaps
berbagai sumber
1. Kehamilan
2. Pengosongan kandung kemih yang tidak tuntas
3. Batu pada saluran kemih
4. Diabetes mellitus
5. Abnormalitas structural saluran kemih
6. Pemasangan instrument dalam saluran kemih
Infeksi Saluran Kemih Bawah
Wanita : 1.Sistitis adanya bakteriuria yang bermakna
2. Sindrome uretra akut : tanpa ditemukan mikroorganisme steril
Pria : dapat berupa sistitis, prostatitis, dan uretritis
Infeksi Saluran Kemih Atas
Pielonefritis akut : inflamasi parenkim ginjal oleh karena bakteri
Pielonefritis kronik : akibat lanjut infeksi bakteri yang berkepanjangan
Epidemiologi
Faktor – factor yang mempengaruhi :
1. Usia
2. Gender
3. Prevalensi bakteriuria
4. Faktor – factor predisposisi yang menyebabkan perubahan struktur saluran kemih
Prevalensi asimptomatik meningkat mencapai 30%, baik pada laki – laki maupun pada perempuan yang disertai dengan factor predisposisi.
Faktor Predisposisi Pencetus Isk
1. Lithiasis
2. Obstruksi saluran kemih
3. Penyakit ginjal polikistik
4. Nekrosis papiler
5. DM pasca transplantasi ginjal
6. Nefropati anelgtik
7. Katerisasi
8. Senggama
Tanda Penting
Nyeri ketok pada pinggang merupakan tanda dari pielonefritis
Patogenesis ISK
A. Patogenesis urinaria
1. Patogenesis E. Coli terkait dengan permukaan sel polisakarida dari lipopolisakarida
2. Peranan bakteri attachment of mucosa
Fimbriae merupakan salah satu pelengkap patogenisitas yang mempunyai kemampuan untuk melekat pada saluran kemih
3. Peranan factor virulensi lainnya
Faktor virulensi variasi fase
B. Peranan factor tuan rumah
1. Bendungan aliran urin
2. Refluk vesiko ureter
3. Urin sisa dalam buli – buli
4. Gangguan metabolic
5. Instrumen
6. Kehamilan
Patofisiologi ISK
Individu normal, baik laki laki dan wanita urin selalu steril karena dipertahankan oleh jumlah dan frekuensi kencing. Uretra distal merupakan tempat kolonisasi mikroorganisme non pathogenic gram + dan gram –
ISK disebabkan invasi mikroorganisme ascending dari ureter ke VU sampai ke ginjal yang dipermudah oleh refluk ureter.
Manifestasi Klinik Berdasarkan Lokasi Infeksi
1. Ginjal : demam, keram, nyeri punggung , muntah, skoliosis, penurunan berat badan
2. Buli buli : nyeri suprapubik, disuria, hematuria, stranguria
Komplikasi ISK
1. ISK sederhana : tidak menyebabkan akibat lanjut jangka panjang
2. ISK tipe berkomplikasi : ISK pada kehamilan , dan ISK pada DM
Pemeriksaan Penunjang
1. USG
2. Radiografi
3. Isotop scanning
4. Pemeriksaan laborat
Prognosis
1. Bila segera diobati umumnya baik
2. Dapat terjadi gagal ginjal
3. Pada sistitis hampir selalu reinfeksi
4. Pada saluran kemih atas lebih banyak terjadi relaps
berbagai sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar