POLIP COLON
Pernah mendengar tentang penyakit yang satu ini? Biasanya kita
mendengar penyakit polip yang tumbuh pada hidung, tapi penyakit polip
yang satu ini berbeda, ia tumbuh di bagian usus besar manusia. Polip
kolon atau colon polyps, adalah gumpalan kecil dari sel-sel
yang terbentuk pada lapisan usus besar (kolon). Meskipun polip kolon
tidak berbahaya, tetapi pada beberapa kasus dapat menjadi kanker seiring
berjalannya waktu.
Penyakit polip kolon ini bisa terjadi pada siapa saja. Orang yang
mempunyai risiko tinggi mengalami polip kolon yaitu yang berusia lebih
dari 50 tahun, kelebihan berat badan atau perokok, makan makanan yang
tinggi lemak dan kurang serat, serta yang memiliki riwayat keluarga yang
pernah terkena polip kolon atau kanker kolon.
Jenis-jenis Polip Kolon
1. Adenomatosa
Sebagian besar polip termasuk dalam kategori ini. Meskipun hanya sebagian kecil polip yang berkembang menjadi kanker, namun hampir semua polip ganas yang berasal dari jenis adenomatosa.
Sebagian besar polip termasuk dalam kategori ini. Meskipun hanya sebagian kecil polip yang berkembang menjadi kanker, namun hampir semua polip ganas yang berasal dari jenis adenomatosa.
2. Hiperplastik
Paling sering terjadi di kolon dan rektum. Biasanya memiliki ukuran <1/4 inci (5 mm), jenis polip ini sangat jarang berkembang menjadi kanker.
Paling sering terjadi di kolon dan rektum. Biasanya memiliki ukuran <1/4 inci (5 mm), jenis polip ini sangat jarang berkembang menjadi kanker.
3. Inflamasi
Polip ini dapat menyertai serangan ulcerative colitis atau penyakit Crohn pada kolon. Meskipun polip sendiri tidak terlalu berbahaya, namun memiliki ulcerative colitis atau penyakit Crohn pada kolon meningkatkan risiko kanker kolon.
Polip ini dapat menyertai serangan ulcerative colitis atau penyakit Crohn pada kolon. Meskipun polip sendiri tidak terlalu berbahaya, namun memiliki ulcerative colitis atau penyakit Crohn pada kolon meningkatkan risiko kanker kolon.
Penyebab
Sebenarnya sebagian besar polip tidak bersifat ganas atau berkembang
menjadi kanker. Namun seperti kebanyakan kanker, polip adalah hasil dari
pertumbuhan sel yang abnormal. Sel-sel sehat tumbuh dan membelah secara
teratur yang merupakan proses yang dikontrol oleh gen.
Mutasi dalam setiap gen ini dapat menyebabkan sel untuk terus
membelah bahkan ketika sel-sel baru tidak diperlukan. Dan polip bisa
terbentuk jika pembelahan sel-sel dalam kolon dan rektum ini tidak
terkontrol.
Beberapa polip dapat menjadi ganas setelah beberapa waktu yang lama.
Polip ini dapat berkembang di bagian mana saja di dalam kolon. Ukurannya
bisa kecil atau besar dan datar (sesil) atau berbentuk menyerupai jamur
atau seperti melekat pada batang (pedunkulata). Umumnya, semakin besar
ukuran polip, semakin besar pula kemungkinan untuk berkembang menjadi
kanker.
Gejala
Seringkali penyakit ini muncul tanpa gejala, polip kolon sering tidak
terdeteksi sampai dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Tetapi, sebenarnya
ada beberapa tanda dan gejala yang dapat mengarah pada polip kolon,
yaitu:
- Pendarahan pada dubur. Pendarahan pada dubur belum tentu merupakan gejala polip kolon, namun sebaiknya berkonsultasilah pada dokter jika mengalami kondisi ini.
- Sembelit atau diare. Gejala ini juga belum tentu merupakan adanya gejala polip kolon, meskipun perubahan dalam kebiasaan buang air besar berlangsung lebih dari seminggu seperti menunjukkan adanya polip kolon.
- Nyeri. Kadang-kadang polip kolon dapat menyumbat usus, sehingga dapat menyebabkan konstipasi, sakit perut, kram, mual, dan muntah.
Berkonsultasilah ke dokter jika melihat tanda dan gejala berikut:
- Nyeri perut
- Darah pada tinja/feses
- Perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung lebih dari seminggu
Pencegahan & Perawatan
Para ahli menyarankan untuk screening (pemeriksaan) secara
rutin, karena biasanya polip kolon ini tidak menimbulkan gejala. Polip
kolon yang ditemukan pada tahap awal biasanya masih dapat disembuhkan
dengan tuntas. Dengan screening secara teratur, bisa membantu
mencegah kanker kolon, karena penyakit ini seringkali fatal ketika
dideteksi pada tahap yang sudah lanjut.
Ahli patologi biasanya harus memeriksa jaringan polip di bawah
mikroskop untuk menentukan apakah itu berpotensi menjadi kanker. Untuk
alasan ini, dokter kemungkinan akan melakukan biopsi (pengambilan
selapis tipis jaringan untuk pemeriksaan histologis) pada polip yang
ditemukan.
1. Colonoscopy atau sigmoidoscopy
Sebagian besar polip dapat diangkat selama colonoscopy atau sigmoidoscopy menggunakan lengkungan (loop) kawat yang secara bersamaan memotong tangkai polip dan cauterizes untuk mencegah pendarahan. Beberapa polip kecil dapat dibakar atau dibakar dengan arus listrik (electrosurgery). Resiko pengambilan polip (polypectomy) ini termasuk pendarahan dan perforasi (lubang) kolon.
Sebagian besar polip dapat diangkat selama colonoscopy atau sigmoidoscopy menggunakan lengkungan (loop) kawat yang secara bersamaan memotong tangkai polip dan cauterizes untuk mencegah pendarahan. Beberapa polip kecil dapat dibakar atau dibakar dengan arus listrik (electrosurgery). Resiko pengambilan polip (polypectomy) ini termasuk pendarahan dan perforasi (lubang) kolon.
2. Operasi
Karena colonoscopy atau sigmoidoscopy tidak terlalu aman untuk dilakukan pada polip yang terlalu besar, maka biasanya dilakukan pembedahan yang seringkali menggunakan teknik laparoskopi. Setelah bagian kolon yang terdapat polip diangkat, polip masih dapat tumbuh kembali di permukaan lain kolon, sehingga penting untuk memantau terus kondisi kolon.
Karena colonoscopy atau sigmoidoscopy tidak terlalu aman untuk dilakukan pada polip yang terlalu besar, maka biasanya dilakukan pembedahan yang seringkali menggunakan teknik laparoskopi. Setelah bagian kolon yang terdapat polip diangkat, polip masih dapat tumbuh kembali di permukaan lain kolon, sehingga penting untuk memantau terus kondisi kolon.
3. Endoscopic mucosal resection (EMR)
Hal ini dilakukan untuk menghilangkan polip yang lebih besar dengan colonoscope. Dengan teknik ini, cairan seperti garam disuntikkan di bawah polip untuk mengangkat dan mengisolasi polip dari jaringan di sekitarnya. Hal ini membuat lebih mudah untuk mengangkat polip yang lebih besar. Dengan prosedur ini, Anda dapat menghindari operasi, namun belum ada studi lebih lanjut mengenai komplikasi yang dapat ditimbulkan pada prosedur ini.
Hal ini dilakukan untuk menghilangkan polip yang lebih besar dengan colonoscope. Dengan teknik ini, cairan seperti garam disuntikkan di bawah polip untuk mengangkat dan mengisolasi polip dari jaringan di sekitarnya. Hal ini membuat lebih mudah untuk mengangkat polip yang lebih besar. Dengan prosedur ini, Anda dapat menghindari operasi, namun belum ada studi lebih lanjut mengenai komplikasi yang dapat ditimbulkan pada prosedur ini.
4. Pengangkatan kolon dan rektum
Dokter bedah dapat melakukan operasi untuk mengangkat seluruh kolon dan rektum (proctocolectomy total) jika terjadi sindrom familial adenomatous polyposis (FAP), tapi hal ini jarang ditemui. Kemudian, dalam sebuah prosedur yang dikenal sebagai ileal pouch-anal anastomosis, sebuah kantong dibangun dari ujung usus kecil (ileum) yang melekat langsung ke anus. Hal ini memungkinkan untuk dapat membuang feses secara normal, meskipun menyebabkan buang air besar lebih sering dengan konsistensi yang lebih encer.
Dokter bedah dapat melakukan operasi untuk mengangkat seluruh kolon dan rektum (proctocolectomy total) jika terjadi sindrom familial adenomatous polyposis (FAP), tapi hal ini jarang ditemui. Kemudian, dalam sebuah prosedur yang dikenal sebagai ileal pouch-anal anastomosis, sebuah kantong dibangun dari ujung usus kecil (ileum) yang melekat langsung ke anus. Hal ini memungkinkan untuk dapat membuang feses secara normal, meskipun menyebabkan buang air besar lebih sering dengan konsistensi yang lebih encer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar