Sabtu, 10 September 2011

KOMA HEPATICUM
  
Koma hepaticum adalah gangguan psikoneurotik yang disebabkan  oleh terjadinya kegagalan hati baik dalam metabolisme hati atau faktor-faktor dari luar seperti tindakan punksi, inkesi, gangguan elektrolit, dan perdarahan.

Gangguan berasal dari varices esofagus yang pecah sehingga harus diberi tindakan segera agar tidak terjadi hipovolemik shock yang bila berlangsung kronik akan menimbulkan koma hepaticum.

Varices esofagus yang sering terjadi pada penderita sirosis hepatis merupakan suatu alarm bagi penderita untuk terjadinya keadaan koma hepatic

Penatalaksanaan Koma Hepaticum
  1. Membersihkan Airway termasuk pemberian O2, jika pemberian O2 ini tidak dilakukan maka dapat mengakibatkan isechmia otak sehingga koma semakin mendalam.
  2. Mengobati apa-apa yang kurang, misalnya jika terjadi pendarahan maka akan diberi darah, kurang elektrolit maka akan ditambahkan elektrolitnya, Jika Na berkurang maka akan diberikan tambahan NaCl 3% untuk mempercepat pemulihan.
  3. Infeksi ditanggulangi dengan memberikan antibiotika. Pemberian tetrasiklin dapat diganti dengan memberikan obat-obat golongan chepalosporin.
  4. Akibat dari protein yang berrkurang diberikan asupan protein yang lebih tinggi agar koma tidak semakin mendalam. Yang biasa dipakai adalah asam amino rantai cabang, baik secara infus saat pemberian yang pertama dan secara oral untuk maintenace-nya. Preparat yang bisa diberikan adalah aminoteban. Tidak boleh memberikan asam amino aromatik karena akan memperparah koma.
  5. Untuk pasien yang tidak koma lagi dan sudah keluar dari Rumah Sakit maka dilanjutkan dengan pemberian asam amino secara oral dengan catatan tidak terjadi lagi perdarahan, infeksi, gangguan elektrolit, dan tindakan punksi harus dihindari.
Prognosis
Ada yang bisa keluar tapi lebih dari 4-6 bulan akan kembali kekeadaan koma, sebab pasien tidak disiplin dalam menjaga pantangan. Jika sudah 2 kali mengalami Koma Hepatikum maka akan sangat sukar penanganannya. Sebab organ-organ tubuh bekerja lebih keras dan oksigenasi otak akan berkurang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar