Sabtu, 10 September 2011

Karsinoma Hepatoseluler

KARSINOMA HEPATOSELULER

 Pendahuluan
Karsinoma Hepatoseluler (KHS) adalah tumor ganas pada hati yang paling sering dijumpai dan merupakan salah satu tumor ganas yang banyak dijumpai dunia. (Jacobson, 2002 )

KHS adalah tumor ganas primer dari hepatosit. Ditemukan lebih banyak pada laki-laki dibanding wanita. Gambaran distribusi dari KHS menujukkan variasi geografi dan pathogenesisnya yang multifaktor. Kondisi lingkungan, infeksi, nutrisi, metabolik dan faktor hormonal berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung pada proses hepatocarcinogenesis. (Rocken, Carl, 2001 )

Angka kejadian KHS telah meningkat dengan pesat selama dekade terakhir, terutama pada orang dewasa (umur 40 – 60 th ). Keganasan ini membawa angka kematian sekitar 90% dengan 5-year survival rate kurang dari 5%. (Hillebrand, Sandowski, 2000 )

Karsinogen dalam jumlah tertentu dapat memicu terjadinya tumor pada hewan, tetapi hubungannya pada manusia belum dapat dibuktikan. Aflatoksin adalah mikotoksin yang sangat karsinogenik. Perhitungan masukan aflatoksin pada makanan diberbagai daerah di Afrika berkolerasi dengan angka kejadian KHS. Diduga juga bahwa aflatoksin bekerja sebagai ko-karsinogen dengan hepatitis B. KHS biasanya berhubungan dengan hepatitis kronik dan sirosis hati. Sirosis merupakan keadaan pramaligna tanpa memandang etiologinya. (Sherlock, 2000 )

Insidens dari KHS terus berkembang dan diperkirakan akan berlanjut hingga lebih dari 15 tahun mendatang. Oleh karena itu tujuan untuk pencegahan terjadinya tumor menjadi hal sangat mendasar, umumnya dikarenakan diagnosis KHS terlambat ditegakkan. (Marrero, 2003)

Diagnosis
  1. Pemeriksaan USG secara rutin setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali jika tidak ada tanda-tanda HVB atau HVC
  2. Pada hasil USG akan terlihat nodul SOL (Space Occupuying Lesions).    
Terapi
Bila ada SOL maka terapinya Bila 1 lobus yaitu dengan memasukkan polyethilen di arteri femolaris sampai arteri hepatica, dicari arteri hepatica yang menuju tumor itu. Hal ini dibantu dengan pemakaian arteriografi. Setelah itu diberi 5-fluorouracyl dan mifamisin C. Setelah masuk ditutup dengan lipiodol yang bertindak sebagai pasta. Pengobatan ini diulang setiap minggu. lalu setelah 3 bulan dilihat hasilnya, bila engecil maka terapi dilanjutkan. Terapi ini disebut dengan Trans Hepatic Embolisation Artery . Terapi ini dilakukan apabila lesi carsinona > 5 cm. Terapi operatif dilakukan apabila: diamater lesi < 2 cm, terdapat hanya pada 1 lobus, Umur pasien <50 tahun, Tidak ada emboli. 

Prognosis
  1. Jelek
  2. Tumor hati yang primer adalah Carcinoma hepatoseluler. Tumor primer adalah tumor pada hati itu sendiri.
  3. Tumor sekunder adalah tumor di hati hasil metastasis di tempat lain, tumor itu dapat berasal dari:
    • Mamma
    • Colon
    • Paru
    • Tulang
Gambaran Karsinoma Metastasis
  1. Pemeriksaan USG tampak seperti gambaran Bull Eyes (mata sapi) yang menandakan metastasis dari tumor lain.
  2. Tumor hati yang cukup ganas Cholangiocarcinoma dari tractus biliaris.
  3. Tumor sekunder itu tidak diterapi karena yang diterapi adalah tumor primernya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar